|
Wanita tidak dilahirkan untuk mengais-ngais rezeki dengan menjual harga dirinya.tidak diciptakan untuk mencari kepopuleran dengan merendahkan harkatnya.Jika yang dicari hanyalah kepopuleran, kekayaan, pengakuan kecantikan diri tak harus dengan mengobral seluruh pesona dan derajat sebagai wanita sedemikian tak wajarnya bukan?Kepopuleran Bunda Khadijah dan Bunda Aisyah jauh melebihi kepopuleran artis kondang manapun.Namanya kian diperbincangkan hingga sekarang untuk diteladani kemuliaan ahlaknya, namanya tertulis untuk dijadikan sebagai teladan prestasi mulianya.Bukan bentuk kepopuleran yang disebut-sebut dalam kemaksiatan,bukan pemujaan terhadap pesona fisik namun jauh lebih bernilai dan mulia dari itu semua.Relakah pendengaran kita ketika kepopuleran anak, saudara, sahabat atau diri kita sendiri diperbincangkan ditempat-tempat yang dekat dengan kemaksiatan, ditempat tempat yang terkondisikan jauh dari kebaikan?dipuja-puja oleh kalangan yang tak kalah rusak moralnya?Sangat jauh berbeda dengan Bunda Khadijah dan Aisyah yang kian dibicarakan dalam kebaikan.Ya....wanita dapat menjadi mulia dengan segala pesonanya namun dapat pula menjadi hina dengan pesonanya pula.Pilihan itu tergantung pribadi masing-masing. Maka bukanlah suatu keanehan jika kini kita sering berhadapan dengan wanita yang berpakaian tak sepantasnya dan aksi-aksi yang tak sewajarnya. Wanita dengan kelembutan, kehalusan dan segala daya tariknya alangkah jauh lebih memancarkan aura keindahan jika menunjukan kemuliaan ahlak.Cantik bukanlah semata mata berkutat dalam kondisi fisik semata.Rasa malu pun menjadi bagian daripadanya.Tanpa rasa malu kecantikan akan terlihat pudar, tanpa rasa malu cantik hanya berupa topeng.Tak peduli berapa lama waktu yang dihabiskan untuk perawatan diri disalon, tak peduli seberapa putih kulitnya, tak peduli seberapa mancung hidungnya, tak peduli dengan keindahan fisik yang begitu memukau .....tanpa rasa malu maka tak bernilai apapun dihadapanNYA. Cantik tidaklah identik dengan rambut yang hitam lurus, kulit putih bersinar, bibir merah delima atau apapun bahasa-bahasa hipnotis lain yang digembar-gemborkan iklan selama ini.Iklan menyuarakan penanaman pemikiran kepada kita bahwa cantik adalah kesempurnaan fisik.Cantik adalah ketika kau memahaminya sebagai bentuk ibadah .Sehingga Cantik akan tetap dalam batas-batas peraturanNYA,tanpa harus mengobral harga diri.Cantik yang beriringan dengan rasa malu akan melahirkan wanita-wanita dengan kecantikan ahlaknya, yang tidak sekedar memikirkan keegoisan diri untuk menarik simpati masyarakat dengan menawarkan kesenangan sesaat yang semu namun lebih maksimal memberikan kontribusi diri kepada masyarakat dengan kemuliaan ahlaknya sehingga pesona islam terpancar sebagai seorang muslimah.Percantik dirilah dengan ilmu dan ahlak mulia bukan dengan dengan pemanjaan fisik.Cantik adalah suatu keindahan dan ALLAH menyukai keindahan, namun cantik bukanlah sebagai pemuas nafsu belaka, bukanlah ajang kebanggaan ego diri ataupun sebagai pemicu kemorosotan moral akan tetapi cantik hadir sebagai wujud ibadah, sebagai wujud pengabdian kepada SANG MAHA INDAH...ALLAH SWT WALLAHUALAM BISHAWAB |
| Leave a Comment: |