<< July 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed




Sunday, July 17, 2005
PENGHARGAAN UNTUK CINTA.......

'Say it with flower'mhm...ungkapan yang romantis!!!kata orang sih bunga dapat mewakili ungkapan perasaan cinta.Yang pastinya bukan bunga raflesia atau bunga kamboja ya:)tapi kalo bunga deposito boleh juga:):)(becanda ding!)kadang-kadang timbul pertanyaan kenapa harus bunga ya?kenapa bukan dengan buku gitu...? kan  seru tuh jadi tambah ilmu, perpustakaan rumah jadi tambah deh koleksinya...kenapa  bukan dengan beasiswa ya? jadi kan banyak yang nambah pinter, ya itung-itung membantu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa(MERDEKA!...kok jadi semangat 45 gini ya:))kenapa bukan dengan infak juga ya?biar nambah tabungan pahala ,sekalian meringankan beban orang lain.Kebayang kan semakin banyak yang mengungkapkan perasaan cintanya semakin banyak yang pada dapet buku,dapet beasiswa,pada nambah hartanya.Makmur deh negara!!tapi kasian juga tukang bunga jadi sepi... jarang ada yang beli he he he

Kenapa bunga? mungkin karena bunga memiliki nilai keindahan, sama halnya dengan cuinta(deu.... saking cintanya jadi  gini deh nulisnya)  itu sendiri.Cinta bagian dari keindahan, dan keindahan hadir karena suatu penghargaan telah diberikan.Ya...cinta adalah suatu bentuk saling menghargai Makna penghargaan itu sendiri memiliki range yang cukup luas dalam pemahamannya.Pemikiran dan penafsiran dari setiap orang yang berbeda-beda menjadikan wujud penghargaan terhadap cinta itu kadang saling bertolak belakng.Padahal ilmu tentang menghargai cinta sendiri bertumpu pada sumber yang sama yaitu pada sang maha CINTA..ALLAH SWT Semuanya tergantung sejauh mana usaha keras kita untuk menggali dan mengamalkanya.

Menyoroti fenomena penghargaan terhadap cinta yang terjadi diera modern ini, apakah penghargaan terhadap cinta  terwujud dengan kata-kata manis dibibir saja? dan dengan semudah itu hati dapat terbeli..Apakah bentuk penghargaan terhadap cinta sekedar memberikan perhatian? dan semudah itu mampu meluluhkan hati...Apakah bentuk penghargaan terhadap cinta hanya dengan pemberian sekuntum bunga? dan semudah itu semuanya menjadi halal untuk dilakukan...seperti halnya yang tak asing lagi berseliweran disekitar kita yaitu pacaran.

Pacaran menjadi hal yang lumrah dikalangan masyarakat kita.Bahkan kalo belum punya pacar menjadi kekhawatiran tersendiri bagi wanita ataupun orangtua terhadap anaknya.Mengapa kegelisahan dan kekhawatiran itu harus hadir?apakah kekhawatiran itu karena ketakutan  tidak adanya bukti nyata cinta dari pihak lain sebagai simbol keeksistensian diri?padahal pacaran hanyalah jalinan cinta semu, suatu bentuk ketidakpastian.Namun banyak sekali yang terjebak dalam arena tersebut.Saat kata-kata cinta diungkapkan hati siapa yang tak luluh apalagi bagi wanita sendiri.Maklum wanita memang lebih sensitif perasaannya.Sedikit diberi perhatian penafsiran besar segera muncul dalam benaknya.Disinilah pentingnya memainkan antara kepekaan perasaan, logika dan keyakinan bagi wanita.

Jika perasaan sudah terbuai ...biarkan logika menganalisa perjalanan cinta ini.Dari mulut kepribadian yang bagaimanakah kata-kata itu terucap.Apakah yang ditawarkan menunjukan bentuk penghargaan terhadap cinta yang diberikannya? ataukah hanya sekedar mempermainkan cinta? hanya sekedar pulang bareng? nonton bareng? bergandengan tangan? saling berbagi cerita?seperti yang terjadi kebanyakan saat sekarang ini.Bukankah semua itu dijalani tanpa ada komitmen yang mengikat?pantaskah ini disebut sebagai bentuk penghargaan terhadap cinta?padahal dengan mudahnya ikatan cinta itu akan pudar, karena semua terlewati tanpa ada tanggung jawab yang mengikat.Maka dengan alasan ketidaksesuaian karakter, ketidakcocokan prinsip menjadi hal yang sah-sah saja jika hubungan yang diawal begitu manis harus berakhir begitu saja...jika sudah merasa bosan ikatan ini dapat dengan mudah terlepaskan.Sementara waktu yang telah dilalui bersamanya tak akan mungkin akan kembali.Cinta yang sudah terbagi dengannya tak akan mungkin diminta kembali...Berapa banyak waktu yang seharusnya kita manfaatkan untuk amal sholeh yang lebih diridhoi olehNYA, ketimbang terbuang percuma dengan menghabiskan waktu bersamanya?.Berapa banyak karya yang seharusnya dapat tercipta ketimbang kita hanya memikirkan sosoknya dalam keseharian?

Jika yang dicari hanya kesenangan sesaat yang semu mungkin pacaran adalah sarananya.Boleh jadi kita memperoleh perhatian,kita memperoleh seseorang yang dapat menghibur, memperoleh seseorang yang dapat mendukung..namun apakah ini yang kita cari?suatu bentuk jalinan yang semu, penuh ketidakpastian.Bukankah hal ini hanya kesia-siaan saja?Jika  hubungan ini berakhir maka akan tergantikan lagi dengan sosok yang lain,dan mungkin dapat terus berulang hingga menemukan pasangan yang tepat.Sampai kapankah hal ini akan terus terjadi?berapa banyak orang yang harus singgah dihatimu?bukankah tidak menjadi kebanggaan  tersendiri bagi pasangan hidup kita nanti jika ternyata begitu banyak orang yang pernah bersemayam dihati sebagai orang yang spesial?Rasanya rugi jika kita telah banyak berbagi hati dalam ketidakpastian, waktu terbuang percuma, cinta terbagi percuma.Bukankah akan lebih baik jika hanya satu orang namun diperjuangkan dalam kepastian yang lebih syar'i dan diridhoi olehNYA(cie..)

Jika kita mau berkata jujur, mau membuka mata hati,yang dicari dari hubungan pacaran bagi seorang wanita ujung-ujungnya adalah bentuk keseriusan dalam suatu hubungan bukan?Komitmen dalam pernikahan.Berapa banyak wanita yang meneteskan airmata saat lamaran itu terucap setelah sekian lama berpacaran.Berapa banyak wanita yang kian gelisah disaat pasangannya tak kunjung datang melamar.Berapa banyak wanita yang terus-menerus menuntut pasangannya untuk segera meresmikan hubungannya.Bukankah hal tersebut menyiratkan pengakuan mereka bahwa pacaran bukanlah hubungan yang serius?karena secara tak sadar mereka sendiri mengakui bahwa indikator keseriusan dari suatu hubungan adalah pernikahan.Jika pacaran hanya dijadikan alasan sebagai sarana penjajakan pengenalan karakter masing-masing pribadi,agar lebih saling mengenal.Maka sampai batas waktu berapa lamakah penjajakan itu akan berlangsung?padahal setan semakin leluasa bergerak dengan strategi-strategi penggodaannya.Adakah pacaran sebagai jaminan dipernikahan nanti untuk memperkuat kelanggengan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.Padahal dalam romantika berpacaran semua yang tampak hanyalah yang terbaik dari pribadi masing-masing.Mengapa hanya yang terbaik?karena satu sama lain takut kehilangan,bukankah dalam pacaran tidak ada keterikatan yang dipertanggungjawabkan jadi wajar saja sebagai solusi dari takut kehilangan pasangan itu dengan menutupi kekurangan masing-masing.Jika sudah jelas bentuk pengakuan bahwa pacaran bukanlah bentuk keseriusan dalam hubungan lalu mengapa harus kita lalui keberadaannya?

Berbagai macam alasan dapat dibuat untuk melegalkan fenomena ini.Dan semua itu adalah pilihan, tak ada hak untuk memaksa namun selalu hadir cinta untuk saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.

Kutuliskan untukmu sahabat......hanya ini yang mampu kuperbuat sebagai wujud kasihku untukmu.Harapku cepet-cepet nikah aja ya..:)Jangan lupa undang-undang and doain tami juga ya:):)
WALLAHUALAM BISHAWAB 



Posted at 02:37 am by tha-mie

ari
May 8, 2008   07:05 PM PDT
 
pacaran tuh lebih dr sekedar cinta yg semu, kita bs belajar tentang mengasihi dan menyayangi dengan konkret untuk merajut k jenjang pernikahan...
okehh.....
Klik di sini
December 21, 2005   07:14 PM PST
 
Hai..apakah kamu sedang jatuh cinta?
klik : klik disini
Beverly Lavaniaca
November 14, 2005   07:09 AM PST
 
nice blog, nice to know U from Bev
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry